"Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Aku hendak menjadikan KHALIFAH di BUMI.."
[Surah Al-Baqarah: 30]


Tuesday, January 24, 2012

Top 10 Lagu 'Nasyid' yang Bukan Nasyid

Muzik memainkan peranan yang cukup penting dalam mengembangkan sesuatu idealogi mahupun pemikiran. Lagu nasyid contohnya memainkan peranan yang cukup penting dalam membentuk dakwah para pendengarnya. Namun ada juga penyanyi dan kumpulan pemuzik yang bukan bernaung di bawah nama nasyid namun masih mampu membawakan unsur ke'nasyid'an di dalam lagu-lagu mereka. 

       Dalam tulisan kali ini, aku mahu membawa penulisan berkaitan lagu islamik yang memberi pengajaran kepada para pendengar, namun lagu-lagu tersebut bukan di bawah nama 'nasyid'. Aku sertakan sekali lirik lagunya agar kita boleh menghayatinya bersama. Mari mendengar sambil meningkatkan amalan~

*lagu-lagu dari seperti kumpulan 'Wali Band' dan 'Opcik' aku tidak masukkan kerana mereka memang dikenali dengan kumpulan yang membawa lagu berunsur ketuhanan


10. Andai Ku Tahu, Ungu


Andai kutahu Kapan tiba ajalku Ku  
akanku memohon Tuhan tolong panjangkan umurku 
Andai kutahu Kapan tiba masaku  
Ku akan memohon Tuhan jangan Kau ambil nyawaku

Aku takut Akan semua dosa dosaku   
Aku takut Dosa yang terus membayangiku  

Andai kutahu MalaikatMu kan menjemputku 
Izinkan aku Mengucap kata tobat padaMu [ Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/u/ungu/andai_ku_tahu.html
Aku takut akan semua dosa dosaku 
Aku takut Dosa yang terus membayangiku
Ampuni aku dari segala dosa dosaku 
Ampuni aku Menangisku bertobat padaMu

Aku manusia Yang takut neraka 
Namun aku juga Tak pantas di surga

Andai kutahu Kapan tiba ajalku 
Izinkan aku mengucap kata tobat padaMu
Aku takut Akan semua dosa dosaku 
Aku takut Dosa yang terus membayangiku
Ampuni aku Dari segala dosa dosaku 
Ampuni aku Menangisku bertobat padaMu

Haaa... Haaaa... Haaa... Haaaa... [2x]




9. Bila Diri Disayangi, Ukays




Terdengar bisikan mesra  
Kalimah keramat bermentara  
Bermulanya siang berakhir malam ku  
Tak akan ku jemu menyebut namamu  
Tiada batasan waktu  
Tiada tempat mu tertentu  
Di gunung di lembah, di darat, di air  
Siapa pun hamba, keikhlasan doa, 
keagungan Kasih merubah takdir  
Bila ku sedari diri disayangi  
Langkah kaki ini semakin berani  
Bila terkeliru ku ucap namamu, 
terasa diriku Kembali dipandu 
 
Engkau yang pertama, tiada akhirnya  
Aku dalam kegelapan engkaulah cahaya  
Izinkahlah aku menumpang di sini  
Di bawah naungan kasih dan sayang Mu  
Ku berserah diri[ Ly


8. Sufi, Damasutra




Sufi selangkah tirai kasihMu ku buka 
Engkau serahkan cinta hingga dirimu tiada 
Kasih sufi kau rela pilih derita di dunia 
Biar rebah di hina kau tak berubah 
Kau menguasai selautan 
Yang tersembunyi di genggaman 
Nafi dan isbat kau sandingkan 
Sebagai tali pegangan 
Sufi kau hilang di pandangan 
Ada di dalam kenikmatan 
Engkau dan dia pasti tidak akan terpisah 
Andai tertutup tirai sufi 
Yang terang tidak nampak terang 
Inilah siksa menyakitkan sepanjang jalan 
Inginku tempuh titianmu 
Dari kekasih ke kekasih 
Pengabdianku bersamamu kasih 
Biar rebah di hina kau tak berubah





7. Insan, Yantzen


Kita adalah insan

Menumpang atas dunia
Aku dengan caraku
Yang sederhana
Kita adalah hamba
Berbakti pada Yang Esa
Aku mencari sinar
Keredhaannya
Kita sama sahaja
Bezanya cuma amalan kita
Engkau dan juga aku
Saling perlukan
Oh cinta yang murni
Sebagai ikatan
Yang kukuh di hati
Demi masa depan
Jangan dihancurkan
Hidup yang indah ini
Akibatnya merana
Jangan hancurkan
Hidup yang indah
Kita adalah hamba Yang Esa


6. Satu, Dewa 19 




Aku ini adalah diriMu  
Cinta ini adalah cintaMu 
Aku ini adalah diriMu 
Jiwa ini adalah jiwaMu  
Rindu ini adalah rinduMu 
Darah ini adalah darahMu 
Tak ada yang lain selain diriMu 
Yang selalu ku puja  
Ku sebut namaMu di setiap hembusan nafasku 
Ku sebut namamu, ku sebut namamu 
Dengan tanganmu aku menyentuh 
Dengan kakimu aku berjalan 
Dengan matamu aku memandang 
Dengan telingamu aku mendengar 
Dengan lidahmu aku bicara 
Dengan hatimu aku merasa   
Tak ada yang lain selain diriMu 
Yang selalu ku puja 
Ku sebut namaMu 
di setiap hembusan nafasku 
Ku sebut namaMu, ku sebut namaMu



6. Permaidani, Aris Aritan


Rimbun dan redup kasihMu 
Kau tempat ku berpayung 
Di manakah lagi dapat ku rebahkan 
Rasa gundah ini   
Nun Kau teguh di sana 
Pengasih dan penyayang 
Pun ku masih terleka 
Meneguk ihsanMu 
Walau ku sedari   
Oh... nyamannya 
Bila diperlukan rinduMu 
Mengimbaulah sentosa 
Bentangkan ku permaidani 
Dari baldu berwarna putih 
Moga tak ku terasakan 
Cubaan yang ku galas ini 
Kepada Mu titianku 
Hijrahkanlah diri ini



5. Samarkand, Bloodshed



Di antara debu angin bersama
Pasir-pasir bertaburan di sana
Bersemadi langkah perjuangan
Bersaksikan kebenaran

Samarkand kau tak terasing
Tindasan berlalu jiwamu satria
Walau getir ditempuh jua
Di Laluan Sutera
Mengalir ketenangan

Titis darah mensuci kekufuran
Mengerat rasa kasih pada-Nya
Samarkand kaulah pentas perjuangan
Indera alam tertumpu padamu
Demikian kesetiaanmu
Perjuangan murni 
Keagungan di jiwa Samarkand..
Samarkand.. 
Samarkand sebahagian dari kebangkitan

Samarkand engkau tak terasing
Tindasan berlalu jiwamu satria
Tak hiraukan kekejaman
Semakin tertekan
Iman makin terbuktiSamarkand..
Samarkand..
Samarkand sebahagian dari kebangkitan
Samarkand sebahagian dari kebangkitan





4. Aku Mahu Pulang, Amuk



Gelap malam pasti terang
Sang mentari pasti datang
Kesesatan perjalanan
Rahmat tuhan menentukan

Berikanku masa mencuci dosa
Aku kan pulang menebus usia
Di musim berlalu sepi memburu
Memaksa perindu meruntuhkan nafsu
Dengan hayalan sebuah kehidupan
Jarum suntikan menjadi pegangan
Menjadi buruan 

Terimalah kembali wajah ini
Jangan terus membenci sampai mati
Sedang hari berganti kau mengerti
Sedang masa berganda kau merasa
Aku manusia pelakon cerita
Di pementasan alam ciptaanNya
Bukan sengaja melanggar arahan
Kadang terlupa watak dan perananAku manusia 

Gelap malam pasti terang
Sang mentari pasti datang
Kesesatan perjalanan
Rahmat tuhan menentukan


3. Laskar Cinta, Dewa 19


Wahai jiwa jiwa yang tenang 
Berhati-hatilah dirimu kepada 
Hati-hati yang penuh 
Dengan kebencian yang dalam 
Karena sesungguhnya iblis 
Ada dan bersemayam 
Di hati yang penuh dengan benci 
Di hati yang penuh dengan prasangka 
Laskar cinta 
Sebarkanlah benih-benih cinta 
Musnahkanlah virus-virus benci 
Virus yang bisa rosakkan jiwa 
Karena cinta adalah hakikat 
Dan jalan yang terang bagi semua manusia 
Jika kebencian meracunimu 
Kepada manusia lainnya 
Maka sesungguhnya iblis 
Sudah berkuasa atas dirimu 
Maka jangan pernah berharap 
Aku akan mengasihiMenyayangi 
Manusia manusia 
Yang penuh benci seperti kamu
Wahai,jiwa jiwa yg tenang..berhati-hatilah dirimu..kepada..
Hati hati yang penuh..dengan..kebencian yang dalam
Karena, sesungguhnya iblis..ada dan bersemayam..
Di hati yang penuh..Dengan benci...dihati..
Yang penuh..Dengan prasangka

Chorus:
LASKAR CINTA..SEBARKANLAH BENIH BENIH CINTA..
MUSNAHKANLAH VIRUS VIRUS BENCI..
VIRUS YANG BISA RUSAKKAN JIWA..
DAN BUSUKKAN HATI..LASKAR CINTA..
AJARKANLAH ILMU TENTANG CINTA..
KARENA CINTA ADALAH HAKIKAT
DAN JALAN YANG TERANG BAGI SEMUA MANUSIA

Jika..kebencian meracunimu..
Kepada...manusia lainnya...
maka sesungguhnya iblis...sudah berkuasa atas dirimu
Maka..jangan pernah berharap..aku..akan mengasihi..menyayangi..
Manusia manusia..yang penuh benci..seperti kamu..



2. 1,2,3,4, Aris Aritan


Satu... kasih yg abadi  
Tiada tandingi 
dia yang satu   
Dua... sayang berpanjangan  
Membawa ke syurga 
kasihnya ibu  
Tiga... lapar dan dahaga  
Rela berpayahan 
setianya ayah   
Empat... mudah kau ketemu  
Berhati selalu 
beza antara Kasih dan kekasih  
Ibu kuingat dahulu  
Menyisir rambut ku 
kemas selalu  
Ayah menghantar ke sekolah  
Bergunalah ilmu 
bila dewasa  
Sayang dengar lagu ini  
Untuk kau sandarkan buat pedoman  
Jangan manis terus ditelan Pahit terus dibuang... 
itu bidalan Harus kau renungkan



1. Kau Satu-SatuNya, Ukays




Oh... siapalah diri aku ini 
TanpaMu.. dunia ku pasti tak berseri 
Dan hidup tak bererti
Kau bagiku... satu-satunya 
PadaMulah ku meminta, ke bermanja 
Ku rindui, ku kasihiDi hatiku Kau abadi

Dengan sinaran kasihMu 
Kian terancang hidupku 
Tiada lagi keraguan 
Kau bagiku kekuatan 
Mana jua Kau berada 
Ditemani cahaya cinta
Sejak diriMu ku dekati 
Diri ku ini ku kenali 
Hanya Engkaulah sesungguhnya 
Tiada dua 
Di cermin kaca ku memandang 
Diri ku serba kekurangan 
Namun bagiMu bukan itu jadi ukuran 
Melengkapi hidup kita 
Bukan harta, bukan nama, bukan rupa

Kau... bagi diriku satu-satunya 
Ku meminta, ke bermanja 
Ku rindui, ku kasihi 
Di hatiku Kau abadi...



Begitulah senarai 10 lagu 'nasyid' yang bukan nasyid. Pasti ada banyak lagi, tapi ini bagiku yang aku tahu, sebab aku bukan dalam bidang nyanyian pun Cuma, aku suka memetik kata-kata ust Hasrizal di dalam Saifulislam yang menyebut akan dunia nasyid dewasa kini;


"Berbalik kepada nasyid sebagai medium dakwah, maka ia bolehlah diumpamakan sebagai iklan bagi produk yang ingin dipasarkan. Nasyid adalah iklan yang mempromosikan Islam, Allah dan Rasul, agar dekat, dikenali dan diterima oleh masyarakat... 
Tegasnya, nasyid mestilah berupaya bertindak sebagai pencorak, dan bukannya tenggelam oleh trend masyarakat yang berubah-ubah dari semasa ke semasa. Lantas nasyid hip hop dan yang seumpama dengannya, mempunyai banyak ruang muhasabah yang perlu difikirkan bersama."

0 comments:

Post a Comment

Renungan bersama...

Sebarkan ilmu walau sedikit cuma. Mungkin ada percampuran ilmu yang tidak ilmiah disampaikan di dalam blog ini, namun harapannya agar semua lapisan masyarakat dapat mengambil sesuatu - kalau tidak banyak, sedikit - Tidak sekadar lapisan masyarat yang berilmu, mencintai ilmu dan yang punya kesedaran ilmu agama sahaja yang mendapat manfaatnya...

"Jika orang-orang ilmuan hanya mahu mengajar kepada orang-orang yang hanya ada kesedaran sahaja, orang-orang yang masih belum mendapat kesedaran pula, tanggungjawab siapa?"
 

khalifahBumi Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger